Puisi Rindu : Rindu yang Menyesakkan

 Rindu yang Menyesakkan
Oleh: Adzani Dhuhrijah

Sebutir dua butir air terus bergulir ke sasarannya..
Teramat lelah ku menahannya..
Tak mampu ku redam deras air mata..
Ku tak mahir dalam bersandiwara..

Entah apa sebabnya cinta yang begitu indah..
Kini redam tiada tara..
Seolah tak ada kisah cinta di dalamnya..
Tertinggal hanya sayatan luka..

Ingatkah kau dengan edelweis itu..
Dia terlalu lemah disini..
Karena aku terlalu sering menggenggamnya..
Takkah kau sadar itu..

Maha cinta..
Masihkah ada setitik rasa rindu untukku di hatinya..
Apa aku yang terlalu tak berdaya..
Bantu aku tuk melupakannya..

Maafkan ku yang terlalu merindu.


Adzani Dhuhrijah

Seorang Mahasiswi Program Study Akp (Akuntansi Keuangan Publik). Kamu bisa lihat tulisan-tulisan Ani lainnya di www.adhuhrijah.blogspot.com.

Suka menulis karena ingin menyalurkan isi hati dan pikiran lewat tulisan. Tulisan itu sifatnya permanen jadi kita dapat membaca tulisan kita sendiri kapan kita mau untuk mengingat setiap kejadian.




Related

Puisi 3758088536638918598

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Gallery

Twitter

item