Sempat Terhenti, Kini Poljar Kembali Hadir

foto : Asri Sylvia Sari


Deli Serdang | Neraca – Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (BEM POLMED) kembali mengadakan Politeknik Mengajar (Poljar) setelah sebelumnya sempat terhenti selama setahun.
 Program tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan merupakan salah satu program kerja unggulan dari BEM Polmed periode 2017-2018 yang ditindak lanjuti oleh Kementerian Sosial dan Politik. Sebelumnya Politeknik Mengajar pernah diadakan pada tahun 2016 di Desa Jaring Halus. Sedikit berbeda, kali ini Poljar diadakan di Desa  Karang Gading  Kec. Labuhan Deli Kab. Deli Serdang Dusun XV. Desa tersebut hanya memiliki satu sekolah yaitu sekolah MIS Al Ittidaiyah yang mana sekolah tersebut menjadi tempat pelaksanaan Poljar pada tahun ini. “Iya kita dapat link dari dosen lab sipil kalau disini ada desa yang tertinggal, terus kami lakukan survei dan bisa kita lihat desanya seperti ini masih meneterbelakangkan masalah pendidikan” Ungkap Alpinta Sebayang selaku Ketua Panitia.
Dalam kegiatan tersebut BEM Polmed mengajak mahasiawa Polmed untuk menjadi relawan mengajar. Antusias dari mahasiswa Polmed cukup tinggi, hal tersebut terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 121 orang.  Relawan mengajar yang mendaftar akan melalui seleksi berkas, hingga tahap akhir yang lulus sebanyak 42 orang. Pada tahap ini relawan yang terpilih akan melakukan simulasi  belajar  mengajar sebelum nantinya mereka terjun langsung untuk mengajar di sekolah tersebut. 
Kegiatan tersebut dilaksanakan di akhir pekan selama tiga minggu berturut. Pelaksanaan Poljar diadakan di hari Sabtu dan Minggu agar tidak mengganggu waktu perkuliahan. Keberangkatan dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung  pada 28-29 April 2018 dengan bahan ajar pengetahuan umum. Dilanjutkan gelombang  kedua pada 5-6 Mei 2018 membawakan bahan ajar tentang kreativitas dan inspirasi.  Dan gelombang  terakhir pada 12-13 Mei 2018 yang membawakan bahan ajar keberagaman budaya dan menjadi acara puncak dari  kegiatan Poljar karena adanya pentas seni. Pentas seni diisi dengan berbagai kegiatan seperti membaca puisi dan Tari Tor-Tor yang dibawakan oleh anak kelas 6 SD.
Saat ditanya mengenai respon dari masyarakat sekitar, Alpinta Sebayang mengatakan bahwa anak-anak disini jauh lebih mudah diatur dibandingkan waktu di Desa Jaring Halus selain itu juga masyarakatnya sangat apresiasi adanya kegiatan ini.
“Saya sangat berterimakasih atas kehadiran kalian kemari karena menginspirasi anak-anak disini agar bisa seperti kalian. Harapan saya semoga ada keberlanjutan dari kegiatan ini dikampung kami supaya bisa juga memotivasi guru-gurunya untuk mengajar karena memang sangat minim guru disini”. Tutur Darmawansyah  Nasution selaku kepala dusun XV saat ditemui disela kegiatan pentas seni.
Melihat antusias anak-anak di Desa  Karang Gading tersebut tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan dilanjutkan secara berkala. Tak luput dari persoalan dana karena memang dana menjadi salah satu faktor kendala dalam kegiatan ini. “Kami dari BEM Polmed punya inisiatif untuk audensi dan memberikan informasi ke pemerintah, ini loh masih ada desa yang tertinggal, listrik sudah ada tetapi infrastruktur jalan gak layak sama sekali”. Ujar Alpinta Sebayang.
“Harapannya semoga dengan adanya kegiatan ini bukan sekedar berdampak ke anak-anaknya saja akan tetapi ke masyarakatnya juga dan semoga mahasiswa Polmed semakin antusias dalam mengabdi kepada masyarakat” tutupnya. (SLV/SLR)

Related

Umum 3182766368712405478

Post a Comment

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

Gallery

Twitter

item